A. Latar Belakang Masalah
Islam
adalah agama yang memiliki dua sumber utama yaitu al-Qur’an dan Sunnah atau
yang sering disebut hadis, namun dalam sejarah perkembangan hadis dalam rentang
waktu yang cukup panjang telah banyak terjadi pemalsuan hadis yang dilakukan
oleh orang-orang dan golongan tertentu dengan berbagai tujuan.[1]
Maka tidaklah mengherankan jika
ummat Islam sangat memberikan perhatian yang khusus terhadap hadis
terutama dalam usaha pemeliharaan keasliannya, mengingat pada sejarah awal
Islam, hadis dilarang ditulis dengan pertimbangan kekhawatiran percampuran
antara al-Quran dan hadis sehingga yang datang kemudian sulit untuk membedakan
antara hadis dan al-Quran.[2]
Berkaitan
dengan tujuan di atas, maka kegiatan pendokumentasian hadis sebagai kegiatan
penelitian hadis telah berlangsung dari zaman ke zaman dengan karakteristiknya
masing-masing. Pendokumentasian hadis sebagai langkah awal penelitian hadis
mendapat pijakan untuk pertama kalinya ketika adanya perintah resmi dari
Khalifah Umar bin Abd’ al-Aziz (w. 101 H/720 M) salah seorang penguasa yang
bijaksana dari Dinasti Umayyah, untuk mengumpulkan seluruh hadis yang berada di
masing-masing daerah. Ulama hadis yang berhasil mengumpulkan hadis dalam satu
kitab waktu itu adalah Syihab al-Di>n al-Zuhri (w. 724 H/742 M), seorang
ulama hadis terkenal di wilayah Hijaz dan Syam.
Setelah
hadis terkumpul dan tersesun dalam kitab, maka sebagian ulama meneliti keaslian
hadis dari sisi sanadnya, karena menurut ulama sanad adalah bagian dari agama.
Sehingga banyak kitab yang muncul terkait dengan penelitian hadis dengan
berbagai metode dan corak yang digunkan oleh ulama. Oleh karena itu Penulis
ingin menelti metodelogi yang digunakan oleh Abu> Fad}l al-‘Ira>qi> dalam
menyusun kitab
Fath} al-Mugi>s\.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, Penulis dapat
merumuskan beberapa masalah, yaitu:
1. Bagaimana biografi pengarang kitab Fath} al-Mugi>s\?
2. Bagaimana gambaran umum kitab Fath} al-Mugi>s\?
3. Bagaimana metode penyususnan kitab Fath} al-Mugi>s\?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Biografi Penulis kitab Fath}
al-Mugi>s\
1. Riwayat Hidup dan Pendidikan al-H{a>fid Abu> Fad}l
al-‘Ira>qi>
al-H{a>fiz} Abu> Fad}l
al-‘Ira>qi[3]
bernama lengkap al-Ima>m al-H{a>fid} Z{ai>n
al-Di>n
Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin
Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-Kurdi> al-Rāziyāni> al-‘Ira>qi>
al-Mahrāniy al-Mishri> al-Sya>fi‘i>
Syai>kh al-H{adi>s.[4] Kuniyahnya a dalah Abu> Fad}l, dan digelari Z{ai>n al Di>n.[5]
Dilahirkan pada hari ke dua puluh satu dari bulan Juma>di> al-Awal tahun 725 H/1325 M.[6] Dan wafat pada hari
rabu tanggal 8 Sya’bān
806 H/1404 M dalam
usia 81 tahun.[7]
Dia
dishalatkan oleh Syihāb
al-Dῑn
al-Dzahabi> dan dikuburkan di luar kota Kairo Mesir.[8] Al-‘Irāqi> merupakan penisbatan pada wilayah Irak karena dia lahir
di daerah Kurdi>, salah satu
daerah Arbῑl, kemudian ayahnya pindah ke Mesir sedang dia masih
kecil.[9]
Al-H{a>fid Abu> Fad}l al-‘Ira>qi lahir di
Mehran, piggir sungai Nil, Mesir, dari keluarga yang religius. Ayahnya wafat
ketika ia masih berumur 3 tahun. Ia telah menghafal al-Qur'an ketika masih
berumur 8 tahun. Dia menunaikan ibadah haji berulang-ulang kali dan pernah
menetap di Mekah dan Madinah. Al-‘Irāqi>
pernah menjadi hakim di al-Madinah al-Munawwarah pada tahun 788 H dan
mengundurkan diri setelah menjabat selama 3,5 tahun. Setelah mengundurkan diri,
al-‘Irāqi> kembali ke Kairo Mesir
dan menyibukan diri dengan mengarang dan mengajar.[10] Ilmu yang
pertama kali ia geluti adalah ilmu qira>‘at, kemudian
fikih dan ushul fikih yang ia pelajari dari al-Isnawi>. Setelah itu
ia mempelajari ilmu Hadis dari ulama-ulama di negerinya, kemudian ia pergi
untuk mempelajari hadis ke berbagai negeri antara lain Makkah, Madinah, Iskandariah, Ba’labak,
Hammah, Homs, Gaza, Nablus, Damaskus, Aleppo, Tripoli, dan lain
sebagainya. Selain ilmu hadis, ia juga menguasai berbagai ilmu antara lain
nahwu, bahasa Arab, Gharib al-Qur'an, Qira'ah, Fikih dan Ushul Fikih.[11]
Masa menuntut Ilmu
Zai>n al-Di>n (al-‘Ira>qi>) telah hafal al-Qur’an, kitab at-Tanbi>h}
dan al-H{awi> ( kitab fiqh madzh}ab Syafi’i> karangan Imam al-Mawardi>
) ketika umur beliau 8 tahun. Lalu beliau menyibukkan diri memulai menuntut
ilmu dalam ilmu qira>’at (ilmu
tentang riwayat-riwayat bacaan al-Qur’an). Lalu beliau memulai menuntut ilmu, beliau
mendengarkan riwayat hadis dari ‘Abd al-Ra>h}im bin al-Jaisi> dan Ibnu
‘Abdil H{a>di. Beliau membaca hadis di hadapan Syaikh Syihabu al-Di>n bin
al-Ba>ba. Kemudian mengalihkan semangatnya untuk belajar ilmu takh}ri>j,
dan beliau sangat tekun dalam mentakh}ri>j kitab ”al-Ihyaa’” (Ihya>’a
‘Ulu>mu al-Di>n).[12]
Saat
umur beliau 20 tahun, beliau melakukan rihlah (pengembaraan) untuk menuntut
ilmu ke sebagian besar kota di negeri Syam. Dalam masa hidupnya, beliau
menimbah ilmu kepada syuyu>kh nya, mereka adalah ;
a. ‘Ali bin ‘Us\man bin Ibra>hi>m al
Ma>ridayni>, yang selanjutnya terkenal dengan nama Ibnu al
Turkma>ni> al-Hanafi>
b. S}adar al-Di>n Abu> al-Fath} Muh}ammad bin
Muh}ammad bin Ibra>hi>m al- Maydu>mi> al Mis}ri>
c. ‘Ala>’u al Di>n Sa’i>d Khali>l bin
Kaykuldi> bin ‘Abd Alla>h al ‘Ala>’i
d. ‘Ala>’u al Di>n Abu ‘Abd Alla>h Muglat}a>y
Sedangkan ilmu yang beliau peroleh
semasa hidupnya, beliau mewariskannya kepada murid-muridnya ;
a.
Burha>n al Di>n Abu
Isha>q Ibra>hi>m bin Mu>sa> bin Ayyu>b al Abna>si>
b.
Nu>r al Di>n Abu al
H}asan ‘Ali bin Abi Bakr bin Sulayma>n al Hi>s\amy
c.
Anaknya sendiri, yaitu Waliy
al Di>n Abu> Zar’ah Ah}mad bin ‘Abd al Rahi>m bin al H{usayn al
‘Ira>qy
d.
Burha>n al Di>n abu al
Wafa>’ Ibra>hi>m bin Muh}ammad bin Khali>l al H}alibi> yang
selanjutnya terkenal dengan nama Sabt} ibn al ‘Ajamy
e.
Ah}mad bin ‘Ali bin Muh}ammad
al Kanna>ni al ‘Asqala>ny yang selanjunya lebih masyhur dengan sebutan
Ibn H{ajar.[14]
1. Karya-karya al-H{a>fid Abu> Fad}l al-‘Ira>qi>
Karya
tulis beliau sangat beragam dalam berbagai macam disiplin ilmu. Di antaranya
ada dalam bidang Fikih, Ushul Fikih, Ulumul Qur’an dan yang lainnya, namun yang
paling banyak adalah dalam bidang Fikih. al-Hafizh al-‘Ira>qi sangat
menonjol dengan tahqiqnya (penelitian) dalam bidang Fikih, dan menonjolnya
kepribadian beliau ketika membela, mebuatkan atau menimbang-nimbang
pedapat-pendapat yang ada dalam masalah Fikih.[15]
Namun
yang sangat disayangkan adalah kebanyakan karya tulis beliau hilang. Di antara
kitab-kitab tersebut adalah:
a. Ajwibah Ibn al-‘Arabi>
b. Ihyā’
al-Qalbi al-Mayyit bi Dukhūl
al-Bait
c. Al-Isti‘ādzah bi al-Wāhῑd min Iqāmah Jum‘atain fi Makān Wāhid.
d. Asmā’ullāh al-Husnā.
e. Al-Alfiyah fi Garῑb al-Qur’ān.
f.
Nudzam al-Durar al-Saniyah
Manzhūmah fῑ
al-Sῑrah
al-Nabawiyah.
g. Al-Nukat ‘alā Minhāj al-Baidlāwiy.
h. Hal Yūzan
fi al-Mῑzān A‘māl
al-Awliyā’ wa al-Anbiyā’ am Lā.
i.
Al-Arba‘ūn al-Buldāniyah.
j.
Athrāf Shahῑh Ibn Hibbān.
k. Al-Amāliy.
l.
Bayān Mā Lais bi Maudlū‘ mi al-Ahādῑts.
m. Taqrῑb al-Asānῑd wa Tartῑb al-Masānid.
n. T{arh al-Tatsrῑb fῑ Syarh al-Taqrῑb.
o. Nuzham ‘Ulūm al-Hadῑts li Ibn al-Shalāh wa Syarhihā wa ‘Amila ‘alaih Nukat.
p. Alfiyah fi Mushthalah al-Hadῑts wa Syarhihā.
q. Kitāb
fi al-Marāsῑl.
r.
Z|ail al-Mῑzān, al-Alfiyah
fi Mushthalah al-Hadῑts wa Syarhihā.
s. Al-Tahrῑr fi Ushūl al-Fiqh.
t.
Al-Naqyῑr
wa al-Idlāh fi Mushthalah al-Hadῑts.
u. Syarh al-Turmudzi>
2. Penilaian Ulama terhadap Abu> Fad}l.
Sanjungan
Ulama kepadanya Gurunya, yaitu al-‘Iz}z bin Jama>‘ah berkata: ”Setiap orang yang mengaku hadis di
negeri Mesir selain dia (al-‘Ira>qi>), maka dia hanya sekedar
mengaku-ngaku saja.[17]”
Ibn Na>shir al-Di>n berkata tentang beliau: ”Syaikh, al-Imam, al-‘Allamah
yang tiada bandingannya, Guru zaman, Hafizhnya masa ini, gurunya para Ahli Hadis,
simbolnya peneliti hadis dan sandaran bagi para pentakhrij Hadis.[18]”
Ibn H{ajar al-‘Asqala>niy berkata:”H{afizhnya zaman ini.” Dan
beliau juga berkata:”Syaikh yang besar (guru besar) dan Syaikh yang terkenal.[19]”
Ibn
al-Jau>z}i> berkata:”Hafizhnya
negeri Mesir, Ahli Hadisnya dan Guru Besarnya.[20]”
Beliau mengajar di banyak Madrasah (sekolah) di negeri Mesir dan Kairo,
seperti: Da>r al H{adi>s\, al Ka>milah, al Z{a>iriyyah al
Qa>dimah, al Qaransiqriyah, Jami’ Ibnu T{u>lun, dan al Fad}ilah. Beliau
juga pernah tinggal di dekat al H{aramain dalam beberapa waktu, sebagaimana
beliau pernah menjabat sebagai hakim di al-Madi>nah al-Munawwarah,
berkhutbah dan menjadi Imam di sana.[21] Al-Suyūthi> berkata: “al-‘Irāqi> adalah seorang al-Hāfizh imam besar terkenal dan
penghafal pada masanya”, dan masih banyak lagi penilaian-penilaian ulama
kepadanya yang kesemuanya mengarah pada kekaguman dan keagungan al-‘Irāqiy.[22]
Dari
sumber-sumber sejarah menerangkan bahwa pada hari Rabu tanggal 9 Sya’ban tahun
806 H beliau wafat, setelah beliau keluar dari kamar mandi. Beliau wafat pada
umur 81 tahun, jenazah beliau masyhur dan beliau dishalati oleh Syaikh
Syihabuddin adz Dzahabi, dan beliau dimakamkan di luar kota Kairo.[23]
B. Gambaran Kitab Fath} al-Mugi>s\
1.
Judul
kitab dan alasan pemberian nama kitab
Fath} al-Mugi>s\
Judul kitab yang Penulis teliti
adalah Fath} al-Mugi>s\ karya al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n
Abu> Fad}l al-‘Ira>qi. Diterbitkan pertama kali di Beirut pada tahun 1413
H/1993 M oleh Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah. Kitab yang Penulis
kaji ini terdiri dari 4 juz yang terhimpun dalam satu
kitab dengan jumlah halaman 472, sedangkan corak kitab ini termasuk
dalam lingkup Must}ala>h} al-H{adi>s\.
Dalam
setiap Penulisan sebuah kitab pasti ada hal yang melatar belakangi penulisan kitab tersebut, begitupun dengan kitab Fath}
al-Mugi>s\ yang ditulis
oleh
imam al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n
Abu> Fad}l al-‘Ira>qi.
Alasan
atau latar belakang pemberian judul pada kitab ini, Penulis belum menemukan
alasan khusus pemberian judul kitab Fath} al-Mugi>s\ dari
pengarangnya sendiri (imam al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l
al-‘Ira>qi) ataupun dari pentah}qi>q (Shala>h Muh}ammad
Muh}ammad ‘Away>dhih) kitab Fath} al-Mugi>s\ tersebut. Namun, Penulis
ingin menjelaskan secara singkat alasan pemberian judul pada kitab Fath}
al-Mugi>s\ tersebut. jadi, setelah Penulis melihat dan menganalisis
bentuk dan isi kitab ini, maka Penulis kembali melihat makna/arti dari kata dan
al-Mugi>s\ kitab ini di sebut demikian karna bermaksud untuk menolong
setiap pembaca agar dapat memahami kitab al-Alfiyah al-H{adi>s\ dengan sempurna sehingga ia
di beri judul Fath} al-Mugi>s\ Syarh} al-Alfiyah
al-H{adi>s\.
2. Karakteristik kitab Fath} al-Mugi>s\
Sebelum menjelaskan kitab Fath}
al-Mugi>s\, karangan al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l
al-‘Ira>qi Penulis akan menguraikan beberapa keterangan terkait dengan kitab
yang menjadi objek kajian dalam makalah ini, secara umum kitab ini dapat
digambarkan sebagai berikut:
a. Setiap istilah dijelaskan dengan Sya‘ir secara umum.
b. Sya‘ir di jelaskan kembali agar lebih mudah memahaminya
karna tingkat kesulitan dalam memahami sya‘ir-sya‘ir.
c. Mengemukakan beberapa pendapat ahli dalam menjelaskan
berbagai macam istilah yang ada.
d. Membahas tuntas berbagai macam persoalan yang berkaitan
dengan hadis, baik yang berkaitan dengan istilah-istilah para perawi mulai dari
sahabat dan seterusnya, tingkatan perawi, dan segala yang berkaitan dengan
hadis.
e. Kitab ini ditulis dalam 4 juz.
f.
Tambahan dari pen-tah}qi>q,
diantaranya:
2) Dalam penerbitan buku ini sesuai dengan yg di keluarkan
oleh Da>r al-Kutub al-Salafiyyah (penerbit yang lama).
3) Kitab ini di mulai dengan menuliskan Muqaddimah yang
ringkas.
4) Setelah muqaddimah di tuliskan biografi pengarang secara
sangat singkat.
5) Dalam Penulisan buku ini di lengkapi dengan Penulisan
ayat-ayat, serta hadis-hadis.
6) Menempatkan penjelasan terhadap susunan-susunan naz}am
(sya‘ir).
7) Penulis menjelaskan apa yang menurutnya penting dalam
Syarah kitab ini.
8) Di letakkan catatan-catatan penting (footnote) dalam
kitab ini untuk melengkapinya atau menambahkan penjelasannya.
9) Memberikan kemudahan kepada pembaca buku ini untuk
mengambil manfaat dengan membuat daftar ayat, hadis, Maraji> (daftar
pustaka), dan gambaran umum pada kitab.[25]
3. Metodologi Penyusunan kitab Fath} al-Mugi>s\
a. Metode Penyusunan Kitab
Setiap karya tulis tentunya memiliki
metode dalam menyusun atau menulisnya sebagai tolak ukur kelayakan dianggap
sebuah karya yang ilmiah. Kitab yang tersusun dengan metode atau sistematika
yang baik akan memudahkan bagi pembacanya untuk mempelajari dan memahami isinya
sehingga apa yang menjadi tujuan Penulis dapat tercapai. Dalam memaparkan
metode penyusunan kitab Fath} al-Mugi>s\.
Penulis mengambil rujukan pada kitab
tersebut yang di terbitkan oleh Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah. Kitab ini
disusun berdasarkan bab/pasal yang menjadi topik pembahasan dan ditulis dalam
satu jilid yang terhimpun
dalam satu kitab dengan ketebalan 472 halaman, dan metode bentuk penulisan
yang digunakan kitab ini ialah berbentuk sya’ir. Setiap pembahasan dalam kitab
ini di Awali dengan Sya‘ir yang merupakan penjelasan dari setiap bab/pasal
secara umum kemudian di jelaskan kembali dengan panjang lebar serta eksplisit
sesudah Sya‘ir-sya‘ir tersebut sebagaimana kitab-kitab pada umumnya. Di dalam
kitab ini juga disusun berdasarkan bab/pasal pembahasan dalam kitab al-Alfiyah
al-H{adi>s\ kemudian di syarah sekaligus di tah}qi>q oleh
Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih di dalam kitab Fath}
al-Mugi>s\ karangan al-‘Ira>qi dan dibagi menjadi 4 Juz Untuk lebih
jelasnya Penulis memaparkan perinciannya sebagai berikut:
الموضوع الصفحة
مقدمة
الحقف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .3
ترجمة
المصنف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .6
الجزء
الأول من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . 9
مقدمة
المؤلف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . 9
أقسام
الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .13
أصح
كتب الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .24
الصحيح
الزائد على الصحيحين. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .30
المستخرجات.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.33
مراتب
الصحيح. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .36
حكم
الصحيحين و التعليق. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .38
نقل
الحديث من الكتب المعتمدة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .49
القسم
الثاني : الحسن. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .50
القسم
الثالث : الضعيف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . 66
المرفوع.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .69
المسند.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .69
المتصل
و الموصول. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .71
الموقوف.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .71
المقطوع.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .72
فروع.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .73
المرسل.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .80
المنقطع
و المعضل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . 85
العنعنه.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . 87
تعارض
الوصل والإرسال أو الرفع والقف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .91
الدليس.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .93
الشاذ.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .99
المنكر.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .102
الاعتبار
والمتابعات والشواهد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .104
زيادات
الثقات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .107
الأفراد.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .110
المعلل.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .113
المضطرب.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .120
المدرج.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .122
الموضوع.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . 130
المقلوب.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .142
تنبيهات.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .146
الجزء
الثاني من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .149
معرفة
صفة من تقبل روايته ومن ترد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .149
مراتب
التعديل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .178
مراتب
التجريح. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .181
متى
يصح تحمل الحديث أويستحب؟. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.183
أقسام
التحمل وأولها : سماع لفظ الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .187
الثاني
: القراءة على الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .190
تفريعات.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .195
الثالث
: الإجازة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .203
لفظ
الإجازة وشرطها. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .215
الجزء
الثالث من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .217
الرابع
: المناولة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .217
كيف
يقول من روى بالمناولة والإجازة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .221
الخامس
: المكاتبة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .224
السادس
: إعلام الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .225
السابع
: الوصية بالكتاب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .227
الثامن
: الوجادة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .228
كتابة
الحديث وضبطه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .230
المقابلة.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . 238
تخريج
الساقط. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .240
التصحيح
والتمريض وهو التضبيب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .243
الكثط
والمحو والضرب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .244
العمل
في اختلاف الروايات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .247
الإشارة
بالرمز. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .248
كتابة
التسميح. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . 250
صفة
رواية الحديث وأدائه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .252
الرواية
من الأصل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .253
الرواية
بالمعنى. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .254
الاقتصار
على بعض الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .256
التسميع
بقراءة اللحان والمصحف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .257
إصلاح
اللحن والخطأ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .258
اختلاف
ألفاظ الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . .261
الزيادة
في نسب الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .262
الرواية
من النسخ التي إسنادها واحد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .263
تقديم
المتن على السند. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .264
إذا
قال الشيخ مثله أونحوه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .265
إبدال
الرسول بالنبي وعكسه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .266
السماع
على نوع من الوهن أو عن رجلين. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . .267
اداب
المحدث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .269
اداب
طالب الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .283
العالى
والنازل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .296
الجزء
الربع من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .307
الغريب
والعزيز والمشهور. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .307
غريب
ألفظ الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .315
المسلسل.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .319
الناسخ
والمنسوخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .322
التصحيف.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .325
مختلف
الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .329
خفي
الإرسال والمزيد في متصل الإسناد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .332
معرفة
الصحابة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .335
معرفة
التابعين. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .357
باب
الأكابر عن الأصاغر. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .366
رواية
الأقران. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .367
الإخوة
والأخوات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .369
رواية
الأباء عن الأبناء وعكسه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .371
السابق
واللاحق. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .378
من
لم يرو عنه إلا راو واحد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .379
من
ذكر بنعوت متعددة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .381
أقراد
العلم. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . .383
الأسماء
والكنى. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .384
الألقاب.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .388
المؤتلف
والمختلف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .390
المتفق
والمفترق. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .418
تلخيص
المتشابه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .426
المشتبه
المقلوب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .429
من
نسب إلى غير أبيه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .430
المنسويون
إلى خلاف الظاهر. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .433
المبهمات.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .435
تواريخ
الرواة والوقيات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .438
معرفة
الثقات والضعفاء. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .450
معرفة
من اختلط من الثقات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . .454
طبقات
الرواة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .454
الموالي
من العلماء والرواة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .365
أوطان
الرواة وبلدانهم. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .467
b. Penjelasan/Gambaran Umum Tentang Isi Kitab Fath}
al-Mugi>s\
Dalam kitab ini memiliki pembahasan
yang sangat terperinci, karena memang al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n
Abu> Fad}l al-‘Ira>qi menulis/mengarang kitab ini dalam bentuk sya’ir dan
di susun berdasarkan bab-bab/pasal-pasal. Oleh karenanya, dalam melacak setiap
pembahasan tentu harus mencari dengan melihat satu-persatu pembahasan
(pasal-pasal).
Pada awal kitab ini di mulai dengan
Muqaddimah al-Muh}aqqiq yaitu (pendahuluan oleh pentah}qi>q kemudian
Tarjamah al-Mus}hannif yaitu (biografi singkat pengarang) dalam kitab ini
memiliki 4 sub pembahasan (4 juz) dengan jumlah bab/pasal sebanyak 103 dan
jumlah syair sebanyak 1002 dalam kitab ini akan dirinci sebagai berikut:
1. Pembahasan pertama (juz 1)
Dalam pembahasan pertama dalam kitab ini memiliki
bab/pasal sebanyak 32 dengan jumlah syair 256 yaitu dimulai dengan muqaddimah
al-Muallif (pendahuluan oleh pengarang),وبه
ثقتي ورجائي (membahas
tentang pujian-pujian terhadap tuhan), kemudian أقسام
الحديث pembagian
hadis dari segi kulitasnya sampai kepada تنبيهات pemahaman tentang matan hadis
yang sanadnya dhaif.
2. Pembahasan kedua (juz 2)
Dalam pembahasan kedua dalam kitab ini memiliki bab/pasal
sebanyak 9 dengan jumlah syair 242 yaitu dimulai dengan معرفة صفة من تقبل روايته ومن ترد (Sifat perawi yang di terima
riwayatnya dan yang di tolak riwayatnya) sampai pada لفظ
الإجازة وشرطها (lafal-lafal
dan syarat ijazah).
3. Pembahasan ketiga (juz 3)
Dalam pembahasan ketiga dalam kitab ini memiliki
bab/pasal sebanyak 30 dengan jumlah syair 249 yaitu dimulai dengan الرابع : المناولة (Ke-empat Menyampaikan dengan
al-Muna>walah) sampai kepada العالى
والنازل hadis
al-‘A<li> dan al-Na>zil.
4. Pembahasan keempat (juz 4)
Dalam pembahasan keempat dalam kitab ini memiliki
bab/pasal sebanyak 32 dengan jumlah syair 255 yaitu dimulai dengan الغريب والعزيز والمشهور Hadis al-Gari>b
al-‘Azi>z dan al-Mashu>r sampai pada أوطان
الرواة وبلدانهم tempat
tinggal/daerah perawi.
Adapun ketika bentuk penyusunan
kitab ini dibandingkan dengan kitab ‘ulum al-h}adi>s\ yang lain, misalnya
dengan kitab Alfiyah al-Suyu>t}iy fi> ‘Ilm al-H{adi>s\ yang
ditulis oleh Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}iy, juga memiliki bentuk
kesamaan pada Penulisan dan penyusunannya. Sedangkan jika dibandingkan dengan
kitab ‘Ulum al-H{adi>s\ yang disusun oleh al-Alba>niy, maka dapat di
lihat bahwa bentuk penyusunannya juga sama dalam bentuk pasal-pasal. Hanya
saja, dari bentuk Penulisannya itu berbeda.
Setelah Penulis melakukan analisis
tentang isi bab/pasal dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ ini, maka Penulis
menemukan keseluruhan cabang-cabang ilmu hadis terdapat dalam kitab ini. Adapun
pasal pertama dari cabang ilmu hadis yang dicantumkan dalam kitab ini ialah
tentang pembagian hadis (الحديث أقسام), dan pasal yang paling akhir dari
cabang ilmu hadis yang dibahas dalam kitab ini ialah tentang tempat
tinggal/daerah perawi (أوطان الرواه
وبلدانهم).
Di bawah ini adalah salah satu
contoh pembahasan mengenai pembagian ilmu hadis dalam kitab Fath}
al-Mugi>s, yaitu:
أقسام
الحديث
(
وأهل هذا الشأن قسموا السنن ... إلى صحيح وضعيف وحسن )
(
فالأول المتصل الإسناد ... بنقل عدل ضابط الفؤاد )
(
عن مثله من غير ما شذوذ ... من عله قادحة فتؤذي )
(
وبالصحيح والضعيف قصدوا ... في ظاهر لا القطع المعتمد )
(
إمساكنا عن حكمنا على سند ... بأنه أصح مطلعا وقد )
(
خاض به قوم فقيل مالك ... عن نافع بما رواة الناسك )
(
مولاة واختر حيت عنه بسند ... الشافعي قلت عنه وأحمد )
(
وقيل زين العابدين عله أبه ... عن جدة وابن شهاب عنه به )
(
أو فابن سيرين عن السلماني ... او الأعمش فيه ذي الشأن )
(
النخعي عن ابن علقمة ... عن ابن مسعود ولم من عممه )
Bait-bait sya‘ir di atas, merupakan
contoh pada bagian tema/pasal pertama dari kitab Fath} al-Mugi>s\
yang membahas mengenai pembagian hadis dari segi kualitasnya, seperti hadis S{h}ah}ih>,
Hasan dan Dha‘i>f. Namun, pada pasal ini pengarang hanya menyebutkan
pembagian hadis dari segi kualitasnya, karena pembagian hadis ini juga memiliki
pasal-pasal tersendiri.
c. Kelebihan dan keterbatasan kitab Fath} al-Mugi>s\
Dalam mempelajari kitab ini, ada dua
hal yang akan menjadi sorotan bagi pembaca/seorang pelajar, yaitu akan mudah
dan juga akan sulit. Penyusunan setiap tema/pasal dalam kitab Fath}
al-Mugi>s\ tersebut, dapat memberikan kemudahan bagi pembaca/pelajar
untuk mencari bagian-bagian ilmu hadis yang ingin dipelajari. Hal tersebut
dikarenakan sangat detailnya pengarang dalam membagi dan menyusun dari setiap tema/pasal
cabang ilmu hadis. Di samping itu, kitab ini akan menjadi mudah bagi pelajar
untuk menghafalkannya karena memang kitab ini berbentuk sya’ir, dan di dalam
kitab ini juga sudah ada penjelasan/Syarah dari setiap sya‘ir tersebut karna lebih
mudah memahami isi dari sya‘ir dalam kitab ini. Sebelum adanya kitab Fath}
al-Mugi>s\ ini yang di tulis oleh al-‘Ira>qi> itu belum ada
penjelasan secara terperinci hanya menyebutkan sya‘ir yang ada pada kitab
sebelumnya yaitu kitab al-Alfiyah al-H{adi>s\ berbeda dengan
kitab-kitab hadis pada umumnya. Namun dari segi kerumitannya, kitab ini memang
agak sulit untuk dipahami, kecuali bagi orang yang betul-betul sudah
mempelajari bentuk-bentuk Penulisan sya’ir dan kalimat-kalimat yang terkandung
di dalamnya.
Kitab Fath} al-Mugi>s\ ini
juga memiliki seorang pentah}qi>q sekaligus pensyarah yang
bernama Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih. Kitab ini ditahqiq karena
memang di dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ ini Menempatkan penjelasan
terhadap susunan-susunan naz}am (sya‘ir), Pentah}qi>q
menjelaskan apa yang menurutnya penting dalam Syarah kitab ini, Di letakkan
catatan-catatan penting dalam kitab ini untuk melengkapinya atau menambahkan
penjelasannya, Memberikan kemudahan kepada pembaca buku ini untuk mengambil
manfaat dengan membuat daftar ayat, hadis, Maraji> (daftar pustaka), dan
gambaran umum pada kitab.
Adapun mengenai hasil dari Syarah
yang telah dilakukan oleh Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih> dalam
kitab ini ialah memberikan penjelasan dari setiap sya‘ir agar pembaca lebih mudah
memahami isi dari sya‘ir tersebut dan tentu memiliki nilai yang tinggi.
sedangkan penempatan hasil dari Syarah tersebut itu di letakkan setelah sya‘ir disebutkan.
Dan Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih>> memberikan penjelasan
pada setiap sya‘ir yang terdapat dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ tersebut.
Dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ ini terdapat footnote[26] dari Syarah yang telah
dicantumkan oleh Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih>>.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Al-Ima>m
al-H{a>fid} Z{ai>n al-Di>n
Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin
Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-Kurdi> al-Rāziyāni> al-‘Ira>qi>
al-Mahrāniy al-Mishri> al-Sya>fi‘i>
Syai>kh al-H{adi>s. Dilahirkan
pada hari ke dua puluh satu dari bulan Juma>di> al-Awal tahun 725 H/1325 M Dan wafat pada hari
rabu tanggal 8 Sya’bān
806 H/1404 M dalam
usia 81 tahun. Dia
dishalatkan oleh Syihāb
al-Dῑn
al-Dzahabi> dan dikuburkan di luar kota Kairo Mesir.
Ilmu yang pertama kali ia geluti adalah ilmu qira>‘at, kemudian
fikih dan ushul fikih yang ia pelajari dari al-Isnawi>. Masa menuntut
Ilmu Zai>n al-Di>n (al-‘Ira>qi>) telah hafal al-Qur’an, kitab
at-Tanbi>h} dan al-H{awi> ( kitab fiqh madzh}ab Syafi’i> karangan Imam
al-Mawardi> ) ketika umur beliau 8 tahun.
Kitab Fath} al-Mugi>s\
karya al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi.
Diterbitkan pertama kali di Beirut pada tahun 1413 H/1993 M oleh Da>r
al-Kitab al-A‘lami>yah. Kitab yang Penulis kaji ini terdiri dari 4 juz yang terhimpun dalam satu
kitab dengan jumlah halaman 472, sedangkan corak kitab ini termasuk
dalam lingkup Must}ala>h} al-H{adi>s\.
B. Saran
Dari penelitian metodologi kitab Fath}
al-Mugi>s\ di atas, makalah ini telah diselesaikan dengan berbagai
hambatan yang penulis tempuh. Setelah selesainya makalah ini, tentu masih
memiliki banyak kekurangan, baik dari segi penulisan maupun materi pembahasan
yang penulis susun. Karenanya itu, penulis masih sangat memerlukan kritikan dan
saran dari dosen pembimbing, maupun dari teman-teman.
DAFTAR PUSTAKA
al-‘Asqala>niy, Abu>
al-Fad}al Ah{mad bin ‘Ali> bin H{ajar, Inba> al-Ghamr bi> Abna> al-‘Umr, Mesir:
Lajnah ihya>’ al-Tura>s\ al-Isla>mi> 1969 M.
al-‘Ira>qi, al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n
Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin
Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m, Fath} al-Mugi>s\, Cet. I; Beirut:
Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah, 1413 H/1993 M.
______, Abū al-Fadlal Zain al-Dῑn ‘Abd al-Rahῑm bin
al-H{usain, al-Mustakhraj ‘alā
al-Mustadrak, CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah.
______, Abū al-Fadlal Zain al-Dῑn ‘Abd al-Rahῑm bin
al-Husain, Syarh al-Tabshirah wa al-Tadzkirah, CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah.
‘Umar Kuhālah, Mu‘jam al-Muallifῑn, Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāts
al-‘Arabiy, t.th.
al-Adnarawiy, Ah}mad bin Muh}ammad, Thabaqāt
al-Mufassirῑn, Cet. I;
al-Madῑnah
al-Munawwarah: Maktabah al-‘Ulūm wa al-Hikam, 1997 M.
Ahmad,
Arifuddin, Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi, Jakarta: Insan Cemerlang,
tth.
al-Asadi>, Abu> Bakr bin Ah}mad bin Muh}ammad bin
‘Umar, T}abaqa>t al-Sya>fi’iyyah, Cet. I; Beirut: ‘U<lum
al-Kitab, 1407 H.
al-Bagda>di>, Abu> ‘A{bd al-Lah Muh}ammad bin
Sa‘id al-Bas}ri>, at-Taba>qat al-Qabir>, Cet. I; al-Ta>if:
Maktabah al-S{adi>q, 1414 H/1993 M.
az-Dzahabiy yang disusun oleh muridnya Abū al-Mahāsῑn al-Husaininy, Dzail Tadzkirah al-Huffāzh, Juz I
Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāts
al-‘Arabiy, t.th.
al-Ghazali,
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n, Beirut
: Da>r al-Fikr , 1991.
Ibn
‘Usma>n ,Syamsu al-Di>n abu> al-Khai>r Muh}ammad bin ‘Abd
al-Rah}man bin Muh}ammad bin Abi> Bakar, Ad-Dau>u al-A<mmih Liah}li
al-Qaran al-Ta>sih, Beirut: Masyu>ra>t Da>r Maktabah
al-H{aya>t, 1902 H.
al-Jamal, Sulaimān, Hāsyiyah
al-Jamal ‘alā al-Manhaj li Syaikh al-Islam Zakariyyā al-Anshāriy, Beirut: Dār
al-Fikr, t.th.
al-Kuwaitiyah, Wizārah al-Awqāf wa
al-Syu’ūn al-Islāmiyah, al-Mausū‘ah
al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, al-Kuwait: Wizarah al-Awqāf, 1404-1427 H.
M. Echols, John, dkk., An English-Indonesian
Dictionary, kemudian diterbitkan di Indonesia dengan judul Kamus
Inggris-Indonesia, Cet. XXV; Jakarta: PT Gramedia, 2003.
Madjid, Nurcholis, Sunnah
Dan Peranannya Dalam Penetapan Hukun Islam: Sebuah Pembelaan Kaum Sunni,
Jakarta: Pustaka Firdaus, 1992.
al-Miz\z\i<, Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j
Yu>suf, Tahz\i<b al-Kama>l, Cet. IV; Beirut: Muassasah
al-Risa>lah, 1985 M/1406 H.
al-Mutawaffi<, Syamsuddi<n Muh}ammad bin Ah}mad bin
‘Us\ma>n al-Z\ahabi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>, Cet. IX;
Beiru>t: Muassasah Al-Risa>lah, 1993 M/1413 H.
al-S{an‘āniy, Muhammad bin Ismā‘ῑl al-Amῑr al-Hasaniy, Tawd{ῑh al-Afkār li Ma‘āni Tanqῑh al-Anzhār, al-Madῑnah al-Munawwarah: al-Maktabah al-Salafiyah, t.th.
al-S}afdi>, S}ala>h al-Di>n Khali>l bin Aybak
bin ‘Abdillah, al-Wa>fi> bil Wafaya>t, Beirut: Da>r
Ihya>’ al-Tira>s, t.th.|
Said bin Mani>, Abu> ‘Abdullah Muh}ammad, al-T{abaqa>t
al-Kubra>, Cet. I Beirut: Da>r S{a>dir, 1968 M.
al-Suyu>t}i>,
‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakr, Jala>l al-Di>n, T{abaqa>t
al-H{ufa>dz, t.c; t.t: Da>r al-Kitab al-‘Alami>h.
al-Sya>fi‘i>,
Syamsu al-Di>n Abu> al-Ha>sin Muh}ammad bin Ali> bin H{asan
al-Damasyqi>, Taskirah al-H{ufa>zd, Cet. I; t.t: Da>r al-Kitab
al-‘Alami>h, 1419 H/1998 M.
al-Syaukāniy, Muhammad bin ‘Ali, al-Badr al-T{āli‘ bi
Mahāsin min
Ba‘d al-Qarn al-Sābi‘ CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah.
Ya>sin
Fah}l, Mah}r, Syarh} al-Tabsh}irah}
wa al-Tadzkirah}, Beirut: Libanon, Da>r al-Kutub al-‘Ilmi>yah.
al-Zarkaliy, Khair al-Dῑn, al-A‘lām Qāmūs Tarājum li
Asyhur al-Rijāl wa al-Nisā’ min
al-‘Arab wa al-Musta‘rabῑn wa
al-Mustasyriqῑn, Beirut: Dār al-‘Ilm
li al-Malāyῑn, 1980 M.
[2]Nurcholis Madjid, Sunnah Dan Peranannya Dalam Penetapan Hukun Islam: Sebuah
Pembelaan Kaum Sunni (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1992), h. 32
[3]Abu> ‘A{bd al-Lah Muh}ammad
bin Sa‘id al-Bas}ri> al-Bagda>di>, at-Taba>qat al-Qabir>, Juz
II (Cet. I; al-Ta>if: Maktabah al-S{adi>q, 1414 H/1993 M), h. 267. Lihat
juga Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j Yu>suf
al-Miz\z\i<, Tahz\i<b al-Kama>l, Juz I (Cet. IV; Beirut:
Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H), h. 480.
[4]Abu> Bakr
bin Ah}mad bin Muh}ammad bin ‘Umar al-Asadi>, T}abaqa>t
al-Sya>fi’iyyah, Juz IV (Cet. I; Beirut: ‘U<lum al-Kitab, 1407 H), h.
29. Lihat juga Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali, Ih}ya>’
‘Ulu>m al Di>n, (Beirut : Da>r al-Fikr , 1991 ), h. 6 , yang
selanjutnya dikenal dengan Ima>m al Ghazali>
[5]Jama>luddi<n
Abu> al-H}ajja>j Yu>suf al-Miz\z\i<, Tahz\i<b al-Kama>l, Juz
I (Cet. IV; Beirut:
Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H), h. 71.
[6]al-H{a>fid}
Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin
‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath}
al-Mugi>s\
(Cet. I; Beirut: Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah, 1413 H/1993 M), h. 6.
[7]al-H{a>fid}
Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin
‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath}
al-Mugi>s\,
h. 7. Lihat juga Khair al-Dῑn
al-Zarkaliy, al-A‘lām
Qāmūs
Tarājum li Asyhur al-Rijāl
wa al-Nisā’
min al-‘Arab wa al-Musta‘rabῑn
wa al-Mustasyriqῑn,
Juz III (Bairut: Dār al-‘Ilm
li al-Malāyῑn,
1980 M), h. 344. Lihat juga: Sulaimān
al-Jamal, Hāsyiyah
al-Jamal ‘alā
al-Manhaj li Syaikh al-Islam Zakariyyā
al-Anshāriy,
Juz III (Bairut: Dār
al-Fikr, t.th.), h. 441. Lihat juga Ah}mad bin Muh}ammad al-Adnarawiy, Thabaqāt
al-Mufassirῑn
(Cet. I; al-Madῑnah
al-Munawwarah: Maktabah al-‘Ulūm wa
al-Hikam, 1997 M), h. 309.
[8]Al-Dzahabiy
yang disusun oleh muridnya Abū al-Mahāsῑn
al-Husaininy, Dzail Tadzkirah al-Huffāzh,
Juz I (Bairut: Dār Ihyā’
al-Turāts al-‘Arabiy, t.th.), h. 220. Lihat juga: Abū
al-Fadlal Zain al-Dῑn ‘Abd
al-Rahῑm bin al-Husain al-‘Irāqiy,
Syarh al-Tabshirah wa al-Tadzkirah (CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah),
h. 14; Muhammad bin Ismā‘ῑl
al-Amῑr al-Hasaniy al-S{an‘āniy,
Tawd{ῑh
al-Afkār li Ma‘āni
Tanqῑh
al-Anzhār,
Juz I (al-Madῑnah
al-Munawwarah: al-Maktabah al-Salafiyah, t.th.), h. 14.
[9]Abū
al-Fadlal Zain al-Dῑn ‘Abd
al-Rahῑm bin al-H{usain al-‘Irāqi,
al-Mustakhraj ‘alā
al-Mustadrak (CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah),
h. 24.
[10]Muhammad
bin ‘Ali al-Syaukāniy, al-Badr
al-T{āli‘ bi Mahāsin
min Ba‘d al-Qarn al-Sābi‘
(CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah),
h. 66.
[11]Abu>
al-Fad}al Ah{mad bin ‘Ali> bin H{ajar al-‘Asqala>niy, Inba>
al-Ghamr bi> Abna> al-‘Umr, Juz V
(Mesir: Lajnah ihya>’ al-Tura>s\ al-Isla>mi> 1969 M), h. 170.
[12]Abu> ‘Abdullah Muh}ammad bin
Said bin Mani>, al-T{abaqa>t al-Kubra>, Juz I (Cet.
I Beirut: Da>r S{a>dir, 1968 M), h. 267. Selanjutnya disebut bin
Mani>, al-T{abaqa>t al-Kubra>.
[13]Syamsuddi<n Muh}ammad bin
Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi< al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m
al-Nubula>, Juz XVI (Cet. IX; Beiru>t: Muassasah Al-Risa>lah, 1993
M/1413 H), h. 454. Selanjutnya disebut al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m
al-Nubula>,
[14]Syamsuddi<n Muh}ammad bin
Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi< al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m
al-Nubula>, Juz XVI, h. 439. Selanjutnya disebut al-Mutawaffi<, Si<rah
A‘la>m al-Nubula>.
[15]S}ala>h al-Di>n Khali>l
bin Aybak bin ‘Abdillah al-S}afdi>, al-Wa>fi> bil Wafaya>t,
Juz. VI (Beirut: Da>r Ihya>’ al-Tira>s, t.th.|), h. 219.
[16]‘Umar
Kuhālah, Mu‘jam al-Muallifῑn,
Juz V (Bairut: Dār Ihyā’
al-Turāts al-‘Arabiy, t.th.), h. 204. Lihat juga: Wizārah
al-Awqāf wa al-Syu’ūn
al-Islāmiyah al-Kuwaitiyah, al-Mausū‘ah
al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, Juz XXIV (al-Kuwait: Wizarah al-Awqāf,
1404-1427 H), h. 365. Lihat juga Abu>
H{amid Muh}ammad bin Muh}ammad al Ghazali, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n,
h. 21, yang selanjutnya dikenal dengan Ima>m al Ghazali>.
Lihat juga al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd
al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin
Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi,
Fath} al-Mugi>s\, h. 6-7.
[17]Syamsu
al-Di>n abu> al-Khai>r Muh}ammad bin ‘Abd al-Rah}man bin Muh}ammad bin
Abi> Bakar bin ‘Usma>n ,Ad-Dau>u al-A<mmih Liah}li al-Qaran
al-Ta>sih, Juz II (Beirut:
Masyu>ra>t Da>r Maktabah al-H{aya>t, 1902 H), h. 68.
[18]Syamsu
al-Di>n Abu> al-Ha>sin Muh}ammad bin Ali> bin H{asan al-Damasyqi>
al-Sya>fi‘i>, Taskirah al-H{ufa>zd, Juz I (Cet. I; t.t: Da>r
al-Kitab al-‘Alami>h, 1419 H/1998 M), h. 3.
[19]Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j Yu>suf
al-Miz\z\i<, Tahz\i<b al-Kama>l, Juz I (Cet. IV; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H), h. 81. Lihat juga
‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakr, Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}i>, T{abaqa>t
al-H{ufa>dz, Juz I (t.c; t.t: Da>r al-Kitab al-‘Alami>h),
h. 245.
[20]Syamsuddi<n Muh}ammad bin
Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi< al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m
al-Nubula>, Juz XXIII, h. 239. Selanjutnya disebut al-Mutawaffi<, Si<rah
A‘la>m al-Nubula>,
[21]Hamid Muhammad
bin Muhammad al Ghazali, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n, h. 22, yang
selanjutnya dikenal dengan Ima>m al Ghazali>
[22]Abū
al-Fadlal Zain al-Dῑn ‘Abd
al-Rahῑm bin al-Husain al-‘Irāqiy,
Syarh al-Tabshirah wa al-Tadzkirah, h. 15.
[23]Mah}r Ya>sin Fah}l. Syarh}
al-Tabsh}irah} wa al-Tadzkirah},
Juz I (Beirut: Libanon, Da>r al-Kutub al-‘Ilmi>yah), h. 13-15
[24]al-H{a>fid}
Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin
‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath}
al-Mugi>s\,
h. 3-5.
[25]al-H{a>fid}
Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin
‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath}
al-Mugi>s\,
h. 7.
[26]Footnote: catatan di bawah halaman
buku/catatan kaki. Lihat, John M. Echols, dkk., An English-Indonesian
Dictionary, kemudian diterbitkan di Indonesia dengan judul Kamus
Inggris-Indonesia, (Cet. XXV; Jakarta: PT Gramedia, 2003), h. 252.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar