Selasa, 12 Januari 2016

METODE PENYUSUSNAN KITAB FATH AL-MUGIS, KARYA IMAM AL-IRAQI

Tidak ada komentar:
A.  Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang memiliki dua sumber utama yaitu al-Qur’an dan Sunnah atau yang sering disebut hadis, namun dalam sejarah perkembangan hadis dalam rentang waktu yang cukup panjang telah banyak terjadi pemalsuan hadis yang dilakukan oleh orang-orang dan golongan tertentu dengan berbagai tujuan.[1] Maka tidaklah  mengherankan  jika  ummat Islam sangat memberikan perhatian yang khusus terhadap hadis terutama dalam usaha pemeliharaan keasliannya, mengingat pada sejarah awal Islam, hadis dilarang ditulis dengan pertimbangan kekhawatiran percampuran antara al-Quran dan hadis sehingga yang datang kemudian sulit untuk membedakan antara hadis dan al-Quran.[2]
Berkaitan dengan tujuan di atas, maka kegiatan pendokumentasian hadis sebagai kegiatan penelitian hadis telah berlangsung dari zaman ke zaman dengan karakteristiknya masing-masing. Pendokumentasian hadis sebagai langkah awal penelitian hadis mendapat pijakan untuk pertama kalinya ketika adanya perintah resmi dari Khalifah Umar bin Abd’ al-Aziz (w. 101 H/720 M) salah seorang penguasa yang bijaksana dari Dinasti Umayyah, untuk mengumpulkan seluruh hadis yang berada di masing-masing daerah. Ulama hadis yang berhasil mengumpulkan hadis dalam satu kitab waktu itu adalah Syihab al-Di>n al-Zuhri (w. 724 H/742 M), seorang ulama hadis terkenal di wilayah Hijaz dan Syam.
Setelah hadis terkumpul dan tersesun dalam kitab, maka sebagian ulama meneliti keaslian hadis dari sisi sanadnya, karena menurut ulama sanad adalah bagian dari agama. Sehingga banyak kitab yang muncul terkait dengan penelitian hadis dengan berbagai metode dan corak yang digunkan oleh ulama. Oleh karena itu Penulis ingin menelti metodelogi yang digunakan oleh Abu> Fad}l al-‘Ira>qi> dalam menyusun  kitab Fath} al-Mugi>s\.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, Penulis dapat merumuskan beberapa masalah, yaitu:
1.      Bagaimana biografi pengarang kitab Fath} al-Mugi>s\?
2.      Bagaimana gambaran umum kitab Fath} al-Mugi>s\?
3.      Bagaimana metode penyususnan kitab Fath} al-Mugi>s\?
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Biografi Penulis kitab Fath} al-Mugi>s\
1.    Riwayat Hidup dan Pendidikan al-H{a>fid Abu> Fad}l al-‘Ira>qi>
al-H{a>fiz} Abu> Fad}l al-‘Ira>qi[3] bernama lengkap al-Ima>m al-H{a>fid} Z{ai>n al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-Kurdi> al-Rāziyāni> al-‘Ira>qi> al-Mahrāniy al-Mishri> al-Sya>fi‘i> Syai>kh al-H{adi>s.[4] Kuniyahnya a         dalah Abu> Fad}l, dan digelari Z{ai>n al Di>n.[5] Dilahirkan pada hari ke dua puluh satu dari bulan Juma>di> al-Awal  tahun 725 H/1325 M.[6] Dan wafat pada hari rabu tanggal 8 Sya’bān 806 H/1404 M dalam usia 81 tahun.[7] Dia dishalatkan oleh Syihāb al-Dn al-Dzahabi> dan dikuburkan di luar kota Kairo Mesir.[8] Al-‘Irāqi> merupakan penisbatan pada wilayah Irak karena dia lahir di daerah Kurdi>, salah satu daerah Arbl, kemudian ayahnya pindah ke Mesir sedang dia masih kecil.[9] 
Al-H{a>fid Abu> Fad}l al-Ira>qi lahir di Mehran, piggir sungai Nil, Mesir, dari keluarga yang religius. Ayahnya wafat ketika ia masih berumur 3 tahun. Ia telah menghafal al-Qur'an ketika masih berumur 8 tahun. Dia menunaikan ibadah haji berulang-ulang kali dan pernah menetap di Mekah dan Madinah. Al-‘Irāqi> pernah menjadi hakim di al-Madinah al-Munawwarah pada tahun 788 H dan mengundurkan diri setelah menjabat selama 3,5 tahun. Setelah mengundurkan diri, al-‘Irāqi> kembali ke Kairo Mesir dan menyibukan diri dengan mengarang dan mengajar.[10] Ilmu yang pertama kali ia geluti adalah ilmu qira>‘at, kemudian fikih dan ushul fikih yang ia pelajari dari al-Isnawi>. Setelah itu ia mempelajari ilmu Hadis dari ulama-ulama di negerinya, kemudian ia pergi untuk mempelajari hadis ke berbagai negeri antara lain Makkah, Madinah, Iskandariah, Ba’labak, Hammah, Homs, Gaza, Nablus, Damaskus, Aleppo, Tripoli, dan lain sebagainya. Selain ilmu hadis, ia juga menguasai berbagai ilmu antara lain nahwu, bahasa Arab, Gharib al-Qur'an, Qira'ah, Fikih dan Ushul Fikih.[11]
 Masa menuntut Ilmu Zai>n al-Di>n (al-‘Ira>qi>) telah hafal al-Qur’an, kitab at-Tanbi>h} dan al-H{awi> ( kitab fiqh madzh}ab Syafi’i> karangan Imam al-Mawardi> ) ketika umur beliau 8 tahun. Lalu beliau menyibukkan diri memulai menuntut ilmu dalam ilmu qira>’at (ilmu tentang riwayat-riwayat bacaan al-Qur’an). Lalu beliau memulai menuntut ilmu, beliau mendengarkan riwayat hadis dari ‘Abd al-Ra>h}im bin al-Jaisi> dan Ibnu ‘Abdil H{a>di. Beliau membaca hadis di hadapan Syaikh Syihabu al-Di>n bin al-Ba>ba. Kemudian mengalihkan semangatnya untuk belajar ilmu takh}ri>j, dan beliau sangat tekun dalam mentakh}ri>j kitab ”al-Ihyaa’” (Ihya>’a ‘Ulu>mu al-Di>n).[12]
Saat umur beliau 20 tahun, beliau melakukan rihlah (pengembaraan) untuk menuntut ilmu ke sebagian besar kota di negeri Syam. Dalam masa hidupnya, beliau menimbah ilmu kepada syuyu>kh nya, mereka adalah ;
a.       ‘Ali bin ‘Us\man bin Ibra>hi>m al Ma>ridayni>, yang selanjutnya terkenal dengan nama Ibnu al Turkma>ni> al-Hanafi>
b.      S}adar al-Di>n Abu> al-Fath} Muh}ammad bin Muh}ammad bin Ibra>hi>m al- Maydu>mi> al Mis}ri>
c.       ‘Ala>’u al Di>n Sa’i>d Khali>l bin Kaykuldi> bin ‘Abd Alla>h al ‘Ala>’i
d.      ‘Ala>’u al Di>n Abu ‘Abd Alla>h Muglat}a>y
e.       Jamal al Di>n Muh}ammad ‘Abd al Rahi>m bin Al Husayn bin ‘Ali al Isnawiy.[13]
Sedangkan ilmu yang beliau peroleh semasa hidupnya, beliau mewariskannya kepada murid-muridnya ;
a.       Burha>n al Di>n Abu Isha>q Ibra>hi>m bin Mu>sa> bin Ayyu>b al Abna>si>
b.      Nu>r al Di>n Abu al H}asan ‘Ali bin Abi Bakr bin Sulayma>n al Hi>s\amy
c.       Anaknya sendiri, yaitu Waliy al Di>n Abu> Zar’ah Ah}mad bin ‘Abd al Rahi>m bin al H{usayn al ‘Ira>qy
d.      Burha>n al Di>n abu al Wafa>’ Ibra>hi>m bin Muh}ammad bin Khali>l al H}alibi> yang selanjutnya terkenal dengan nama Sabt} ibn al ‘Ajamy
e.       Ah}mad bin ‘Ali bin Muh}ammad al Kanna>ni al ‘Asqala>ny yang selanjunya lebih masyhur dengan sebutan Ibn H{ajar.[14]
1.    Karya-karya al-H{a>fid Abu> Fad}l al-‘Ira>qi>
Karya tulis beliau sangat beragam dalam berbagai macam disiplin ilmu. Di antaranya ada dalam bidang Fikih, Ushul Fikih, Ulumul Qur’an dan yang lainnya, namun yang paling banyak adalah dalam bidang Fikih. al-Hafizh al-‘Ira>qi sangat menonjol dengan tahqiqnya (penelitian) dalam bidang Fikih, dan menonjolnya kepribadian beliau ketika membela, mebuatkan atau menimbang-nimbang pedapat-pendapat yang ada dalam masalah Fikih.[15]
Namun yang sangat disayangkan adalah kebanyakan karya tulis beliau hilang. Di antara kitab-kitab tersebut adalah:
a.       Ajwibah Ibn al-‘Arabi>
b.      Ihyā’ al-Qalbi al-Mayyit bi Dukhūl al-Bait
c.       Al-Isti‘ādzah bi al-Wāhd min Iqāmah Jum‘atain fi Makān Wāhid.
d.      Asmā’ullāh al-Husnā.
e.       Al-Alfiyah fi Garb al-Qur’ān.
f.        Nudzam al-Durar al-Saniyah Manzhūmah f al-Srah al-Nabawiyah.
g.      Al-Nukat ‘alā Minhāj al-Baidlāwiy.
h.      Hal Yūzan fi al-Mzān A‘māl al-Awliyā’ wa al-Anbiyā’ am Lā.
i.        Al-Arba‘ūn al-Buldāniyah.
j.        Athrāf Shahh Ibn Hibbān.
k.      Al-Amāliy.
l.        Bayān Mā Lais bi Maudlū‘ mi al-Ahādts.
m.    Taqrb al-Asānd wa Tartb al-Masānid.
n.      T{arh al-Tatsrb f Syarh al-Taqrb.
o.      Nuzham ‘Ulūm al-Hadts li Ibn al-Shalāh wa Syarhihā wa ‘Amila ‘alaih Nukat.
p.      Alfiyah fi Mushthalah al-Hadts wa Syarhihā.
q.      Kitāb fi al-Marāsl.
r.        Z|ail al-Mzān, al-Alfiyah fi Mushthalah al-Hadts wa Syarhihā.
s.       Al-Tahrr fi Ushūl al-Fiqh.
t.        Al-Naqyr wa al-Idlāh fi Mushthalah al-Hadts.
u.      Syarh al-Turmudzi>
v.      Takhrj Ahādts al-Ihyā’ al-Musammā bi al-Mugniy ‘an Haml al-Asfār.[16]
2.    Penilaian Ulama terhadap Abu> Fad}l.
Sanjungan Ulama kepadanya Gurunya, yaitu al-‘Iz}z bin Jama>‘ah  berkata: ”Setiap orang yang mengaku hadis di negeri Mesir selain dia (al-‘Ira>qi>), maka dia hanya sekedar mengaku-ngaku saja.[17]” Ibn Na>shir al-Di>n berkata tentang beliau: ”Syaikh, al-Imam, al-‘Allamah yang tiada bandingannya, Guru zaman, Hafizhnya masa ini, gurunya para Ahli Hadis, simbolnya peneliti hadis dan sandaran bagi para pentakhrij Hadis.[18]” Ibn H{ajar al-‘Asqala>niy berkata:”H{afizhnya zaman ini.” Dan beliau juga berkata:”Syaikh yang besar (guru besar) dan Syaikh yang terkenal.[19]” Ibn al-Jau>z}i> berkata:”Hafizhnya negeri Mesir, Ahli Hadisnya dan Guru Besarnya.[20]” Beliau mengajar di banyak Madrasah (sekolah) di negeri Mesir dan Kairo, seperti: Da>r al H{adi>s\, al Ka>milah, al Z{a>iriyyah al Qa>dimah, al Qaransiqriyah, Jami’ Ibnu T{u>lun, dan al Fad}ilah. Beliau juga pernah tinggal di dekat al H{aramain dalam beberapa waktu, sebagaimana beliau pernah menjabat sebagai hakim di al-Madi>nah al-Munawwarah, berkhutbah dan menjadi Imam di sana.[21] Al-Suyūthi> berkata: “al-‘Irāqi> adalah seorang al-Hāfizh imam besar terkenal dan penghafal pada masanya”, dan masih banyak lagi penilaian-penilaian ulama kepadanya yang kesemuanya mengarah pada kekaguman dan keagungan al-‘Irāqiy.[22]
Dari sumber-sumber sejarah menerangkan bahwa pada hari Rabu tanggal 9 Sya’ban tahun 806 H beliau wafat, setelah beliau keluar dari kamar mandi. Beliau wafat pada umur 81 tahun, jenazah beliau masyhur dan beliau dishalati oleh Syaikh Syihabuddin adz Dzahabi, dan beliau dimakamkan di luar kota Kairo.[23]
B.   Gambaran Kitab Fath} al-Mugi>s\
1.    Judul kitab dan alasan pemberian nama kitab Fath} al-Mugi>s\
Judul kitab yang Penulis teliti adalah Fath} al-Mugi>s\ karya al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi. Diterbitkan pertama kali di Beirut pada tahun 1413 H/1993 M oleh Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah. Kitab yang Penulis kaji ini terdiri dari 4 juz yang terhimpun dalam satu kitab dengan jumlah halaman 472, sedangkan corak kitab ini termasuk dalam lingkup Must}ala>h} al-H{adi>s\.
Dalam setiap Penulisan sebuah kitab pasti ada hal yang melatar belakangi penulisan kitab tersebut, begitupun dengan kitab Fath} al-Mugi>s\ yang ditulis oleh imam al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi. Alasan atau latar belakang pemberian judul pada kitab ini, Penulis belum menemukan alasan khusus pemberian judul kitab Fath} al-Mugi>s\ dari pengarangnya sendiri (imam al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi) ataupun dari pentah}qi>q (Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih) kitab Fath} al-Mugi>s\ tersebut. Namun, Penulis ingin menjelaskan secara singkat alasan pemberian judul pada kitab Fath} al-Mugi>s\ tersebut. jadi, setelah Penulis melihat dan menganalisis bentuk dan isi kitab ini, maka Penulis kembali melihat makna/arti dari kata dan al-Mugi>s\ kitab ini di sebut demikian karna bermaksud untuk menolong setiap pembaca agar dapat memahami kitab al-Alfiyah al-H{adi>s\ dengan sempurna sehingga ia di beri judul Fath} al-Mugi>s\ Syarh} al-Alfiyah al-H{adi>s\.
2.    Karakteristik kitab Fath} al-Mugi>s\
Sebelum menjelaskan kitab Fath} al-Mugi>s\, karangan al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi Penulis akan menguraikan beberapa keterangan terkait dengan kitab yang menjadi objek kajian dalam makalah ini, secara umum kitab ini dapat digambarkan sebagai berikut:
a.       Setiap istilah dijelaskan dengan Sya‘ir secara umum.
b.      Sya‘ir di jelaskan kembali agar lebih mudah memahaminya karna tingkat kesulitan dalam memahami sya‘ir-sya‘ir.
c.       Mengemukakan beberapa pendapat ahli dalam menjelaskan berbagai macam istilah yang ada.
d.      Membahas tuntas berbagai macam persoalan yang berkaitan dengan hadis, baik yang berkaitan dengan istilah-istilah para perawi mulai dari sahabat dan seterusnya, tingkatan perawi, dan segala yang berkaitan dengan hadis.
e.       Kitab ini ditulis dalam 4 juz.
f.        Tambahan dari pen-tah}qi>q, diantaranya:
1)      Muqaddimah pen-tah}qi>q.[24]
2)      Dalam penerbitan buku ini sesuai dengan yg di keluarkan oleh Da>r al-Kutub al-Salafiyyah (penerbit yang lama).
3)      Kitab ini di mulai dengan menuliskan Muqaddimah yang ringkas.
4)      Setelah muqaddimah di tuliskan biografi pengarang secara sangat singkat.
5)      Dalam Penulisan buku ini di lengkapi dengan Penulisan ayat-ayat, serta hadis-hadis.
6)      Menempatkan penjelasan terhadap susunan-susunan naz}am (sya‘ir).
7)      Penulis menjelaskan apa yang menurutnya penting dalam Syarah kitab ini.
8)      Di letakkan catatan-catatan penting (footnote) dalam kitab ini untuk melengkapinya atau menambahkan penjelasannya.
9)      Memberikan kemudahan kepada pembaca buku ini untuk mengambil manfaat dengan membuat daftar ayat, hadis, Maraji> (daftar pustaka), dan gambaran umum pada kitab.[25]



3.    Metodologi Penyusunan kitab Fath} al-Mugi>s\
a.    Metode Penyusunan Kitab
Setiap karya tulis tentunya memiliki metode dalam menyusun atau menulisnya sebagai tolak ukur kelayakan dianggap sebuah karya yang ilmiah. Kitab yang tersusun dengan metode atau sistematika yang baik akan memudahkan bagi pembacanya untuk mempelajari dan memahami isinya sehingga apa yang menjadi tujuan Penulis dapat tercapai. Dalam memaparkan metode penyusunan kitab Fath} al-Mugi>s\.
Penulis mengambil rujukan pada kitab tersebut yang di terbitkan oleh Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah. Kitab ini disusun berdasarkan bab/pasal yang menjadi topik pembahasan dan ditulis dalam satu jilid yang terhimpun dalam satu kitab dengan ketebalan 472 halaman, dan metode bentuk penulisan yang digunakan kitab ini ialah berbentuk sya’ir. Setiap pembahasan dalam kitab ini di Awali dengan Sya‘ir yang merupakan penjelasan dari setiap bab/pasal secara umum kemudian di jelaskan kembali dengan panjang lebar serta eksplisit sesudah Sya‘ir-sya‘ir tersebut sebagaimana kitab-kitab pada umumnya. Di dalam kitab ini juga disusun berdasarkan bab/pasal pembahasan dalam kitab al-Alfiyah al-H{adi>s\ kemudian di syarah sekaligus di tah}qi>q oleh Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih di dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ karangan al-‘Ira>qi dan dibagi menjadi 4 Juz Untuk lebih jelasnya Penulis memaparkan perinciannya sebagai berikut:

الموضوع                                                             الصفحة
مقدمة الحقف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3
ترجمة المصنف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6
الجزء الأول من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
مقدمة المؤلف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
أقسام الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .13
أصح كتب الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .24
الصحيح الزائد على الصحيحين. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .30
المستخرجات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .33
مراتب الصحيح. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .36
حكم الصحيحين و التعليق. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .38
نقل الحديث من الكتب المعتمدة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .49
القسم الثاني : الحسن. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .50
القسم الثالث : الضعيف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 66
المرفوع. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .69
المسند. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . .69
المتصل و الموصول. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .71
الموقوف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .71
المقطوع. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .72
فروع. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .73
المرسل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .80
المنقطع و المعضل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 85
العنعنه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 87
تعارض الوصل والإرسال أو الرفع والقف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .91
الدليس. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .93
الشاذ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .99
المنكر. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .102
الاعتبار والمتابعات والشواهد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .104
زيادات الثقات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .107
الأفراد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .110
المعلل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .113
المضطرب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .120
المدرج. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .122
الموضوع. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 130
المقلوب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .142
تنبيهات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .146
الجزء الثاني من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .149
معرفة صفة من تقبل روايته ومن ترد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .149
مراتب التعديل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .178
مراتب التجريح. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .181
متى يصح تحمل الحديث أويستحب؟. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .183
أقسام التحمل وأولها : سماع لفظ الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .187
الثاني : القراءة على الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .190
تفريعات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .195
الثالث : الإجازة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .203
لفظ الإجازة وشرطها. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .215
الجزء الثالث من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .217
الرابع : المناولة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .217
كيف يقول من روى بالمناولة والإجازة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .221
الخامس : المكاتبة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .224
السادس : إعلام الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .225
السابع : الوصية بالكتاب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .227
الثامن : الوجادة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .228
كتابة الحديث وضبطه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .230
المقابلة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 238
تخريج الساقط. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .240
التصحيح والتمريض وهو التضبيب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .243
الكثط والمحو والضرب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .244
العمل في اختلاف الروايات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .247
الإشارة بالرمز. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .248
كتابة التسميح. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 250
صفة رواية الحديث وأدائه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .252
الرواية من الأصل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .253
الرواية بالمعنى. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .254
الاقتصار على بعض الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .256
التسميع بقراءة اللحان والمصحف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .257
إصلاح اللحن والخطأ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .258
اختلاف ألفاظ الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .261
الزيادة في نسب الشيخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .262
الرواية من النسخ التي إسنادها واحد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .263
تقديم المتن على السند. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .264
إذا قال الشيخ مثله أونحوه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .265
إبدال الرسول بالنبي وعكسه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .266
السماع على نوع من الوهن أو عن رجلين. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .267
اداب المحدث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .269
اداب طالب الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .283
العالى والنازل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .296
الجزء الربع من فتح المغيث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .307
الغريب والعزيز والمشهور. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .307
غريب ألفظ الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .315
المسلسل. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .319
الناسخ والمنسوخ. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .322
التصحيف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .325
مختلف الحديث. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .329
خفي الإرسال والمزيد في متصل الإسناد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .332
معرفة الصحابة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .335
معرفة التابعين. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .357
باب الأكابر عن الأصاغر. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .366
رواية الأقران. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .367
الإخوة والأخوات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .369
رواية الأباء عن الأبناء وعكسه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .371
السابق واللاحق. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .378
من لم يرو عنه إلا راو واحد. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .379
من ذكر بنعوت متعددة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .381
أقراد العلم. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .383
الأسماء والكنى. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .384
الألقاب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .388
المؤتلف والمختلف. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .390
المتفق والمفترق. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .418
تلخيص المتشابه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .426
المشتبه المقلوب. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .429
من نسب إلى غير أبيه. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .430
المنسويون إلى خلاف الظاهر. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .433
المبهمات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .435
تواريخ الرواة والوقيات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .438
معرفة الثقات والضعفاء. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .450
معرفة من اختلط من الثقات. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .454
طبقات الرواة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .454
الموالي من العلماء والرواة. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .365
أوطان الرواة وبلدانهم. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .467
b.    Penjelasan/Gambaran Umum Tentang Isi Kitab Fath} al-Mugi>s\
Dalam kitab ini memiliki pembahasan yang sangat terperinci, karena memang al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi menulis/mengarang kitab ini dalam bentuk sya’ir dan di susun berdasarkan bab-bab/pasal-pasal. Oleh karenanya, dalam melacak setiap pembahasan tentu harus mencari dengan melihat satu-persatu pembahasan (pasal-pasal).
Pada awal kitab ini di mulai dengan Muqaddimah al-Muh}aqqiq yaitu (pendahuluan oleh pentah}qi>q kemudian Tarjamah al-Mus}hannif yaitu (biografi singkat pengarang) dalam kitab ini memiliki 4 sub pembahasan (4 juz) dengan jumlah bab/pasal sebanyak 103 dan jumlah syair sebanyak 1002 dalam kitab ini akan dirinci sebagai berikut:
1.      Pembahasan pertama (juz 1)
Dalam pembahasan pertama dalam kitab ini memiliki bab/pasal sebanyak 32 dengan jumlah syair 256 yaitu dimulai dengan muqaddimah al-Muallif (pendahuluan oleh pengarang),وبه ثقتي ورجائي (membahas tentang pujian-pujian terhadap tuhan), kemudian أقسام الحديث pembagian hadis dari segi kulitasnya sampai kepada تنبيهات pemahaman tentang matan hadis yang sanadnya dhaif.
2.      Pembahasan kedua (juz 2)
Dalam pembahasan kedua dalam kitab ini memiliki bab/pasal sebanyak 9 dengan jumlah syair 242 yaitu dimulai dengan معرفة صفة من تقبل روايته ومن ترد (Sifat perawi yang di terima riwayatnya dan yang di tolak riwayatnya) sampai pada لفظ الإجازة وشرطها (lafal-lafal dan syarat ijazah).
3.      Pembahasan ketiga (juz 3)
Dalam pembahasan ketiga dalam kitab ini memiliki bab/pasal sebanyak 30 dengan jumlah syair 249 yaitu dimulai dengan الرابع : المناولة (Ke-empat Menyampaikan dengan al-Muna>walah) sampai kepada العالى والنازل hadis al-‘A<li> dan al-Na>zil.
4.      Pembahasan keempat (juz 4)
Dalam pembahasan keempat dalam kitab ini memiliki bab/pasal sebanyak 32 dengan jumlah syair 255 yaitu dimulai dengan الغريب والعزيز والمشهور Hadis al-Gari>b al-‘Azi>z dan al-Mashu>r sampai pada أوطان الرواة وبلدانهم tempat tinggal/daerah perawi.
Adapun ketika bentuk penyusunan kitab ini dibandingkan dengan kitab ‘ulum al-h}adi>s\ yang lain, misalnya dengan kitab Alfiyah al-Suyu>t}iy fi> ‘Ilm al-H{adi>s\ yang ditulis oleh Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}iy, juga memiliki bentuk kesamaan pada Penulisan dan penyusunannya. Sedangkan jika dibandingkan dengan kitab ‘Ulum al-H{adi>s\ yang disusun oleh al-Alba>niy, maka dapat di lihat bahwa bentuk penyusunannya juga sama dalam bentuk pasal-pasal. Hanya saja, dari bentuk Penulisannya itu berbeda.
Setelah Penulis melakukan analisis tentang isi bab/pasal dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ ini, maka Penulis menemukan keseluruhan cabang-cabang ilmu hadis terdapat dalam kitab ini. Adapun pasal pertama dari cabang ilmu hadis yang dicantumkan dalam kitab ini ialah tentang pembagian hadis (الحديث أقسام), dan pasal yang paling akhir dari cabang ilmu hadis yang dibahas dalam kitab ini ialah tentang tempat tinggal/daerah perawi (أوطان الرواه وبلدانهم).
Di bawah ini adalah salah satu contoh pembahasan mengenai pembagian ilmu hadis dalam kitab Fath} al-Mugi>s, yaitu:




أقسام الحديث
( وأهل هذا الشأن قسموا السنن ... إلى صحيح وضعيف وحسن )
( فالأول المتصل الإسناد ... بنقل عدل ضابط الفؤاد )
( عن مثله من غير ما شذوذ ... من عله قادحة فتؤذي )
( وبالصحيح والضعيف قصدوا ... في ظاهر لا القطع المعتمد )
( إمساكنا عن حكمنا على سند ... بأنه أصح مطلعا وقد )
( خاض به قوم فقيل مالك ... عن نافع بما رواة الناسك )
( مولاة واختر حيت عنه بسند ... الشافعي قلت عنه وأحمد )
( وقيل زين العابدين عله أبه ... عن جدة وابن شهاب عنه به )
( أو فابن سيرين عن السلماني ... او الأعمش فيه ذي الشأن )
( النخعي عن ابن علقمة ... عن ابن مسعود ولم من عممه )
Bait-bait sya‘ir di atas, merupakan contoh pada bagian tema/pasal pertama dari kitab Fath} al-Mugi>s\ yang membahas mengenai pembagian hadis dari segi kualitasnya, seperti hadis S{h}ah}ih>, Hasan dan Dha‘i>f. Namun, pada pasal ini pengarang hanya menyebutkan pembagian hadis dari segi kualitasnya, karena pembagian hadis ini juga memiliki pasal-pasal tersendiri.
c.    Kelebihan dan keterbatasan kitab Fath} al-Mugi>s\
Dalam mempelajari kitab ini, ada dua hal yang akan menjadi sorotan bagi pembaca/seorang pelajar, yaitu akan mudah dan juga akan sulit. Penyusunan setiap tema/pasal dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ tersebut, dapat memberikan kemudahan bagi pembaca/pelajar untuk mencari bagian-bagian ilmu hadis yang ingin dipelajari. Hal tersebut dikarenakan sangat detailnya pengarang dalam membagi dan menyusun dari setiap tema/pasal cabang ilmu hadis. Di samping itu, kitab ini akan menjadi mudah bagi pelajar untuk menghafalkannya karena memang kitab ini berbentuk sya’ir, dan di dalam kitab ini juga sudah ada penjelasan/Syarah dari setiap sya‘ir tersebut karna lebih mudah memahami isi dari sya‘ir dalam kitab ini. Sebelum adanya kitab Fath} al-Mugi>s\ ini yang di tulis oleh al-‘Ira>qi> itu belum ada penjelasan secara terperinci hanya menyebutkan sya‘ir yang ada pada kitab sebelumnya yaitu kitab al-Alfiyah al-H{adi>s\ berbeda dengan kitab-kitab hadis pada umumnya. Namun dari segi kerumitannya, kitab ini memang agak sulit untuk dipahami, kecuali bagi orang yang betul-betul sudah mempelajari bentuk-bentuk Penulisan sya’ir dan kalimat-kalimat yang terkandung di dalamnya.
Kitab Fath} al-Mugi>s\ ini juga memiliki seorang pentah}qi>q sekaligus pensyarah yang bernama Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih. Kitab ini ditahqiq karena memang di dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ ini Menempatkan penjelasan terhadap susunan-susunan naz}am (sya‘ir), Pentah}qi>q menjelaskan apa yang menurutnya penting dalam Syarah kitab ini, Di letakkan catatan-catatan penting dalam kitab ini untuk melengkapinya atau menambahkan penjelasannya, Memberikan kemudahan kepada pembaca buku ini untuk mengambil manfaat dengan membuat daftar ayat, hadis, Maraji> (daftar pustaka), dan gambaran umum pada kitab.
Adapun mengenai hasil dari Syarah yang telah dilakukan oleh Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih> dalam kitab ini ialah memberikan penjelasan dari setiap sya‘ir agar pembaca lebih mudah memahami isi dari sya‘ir tersebut dan tentu memiliki nilai yang tinggi. sedangkan penempatan hasil dari Syarah tersebut itu di letakkan setelah sya‘ir disebutkan. Dan Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih>> memberikan penjelasan pada setiap sya‘ir yang terdapat dalam kitab Fath} al-Mugi>s\ tersebut. Dalam kitab Fath} al-Mugi>s\  ini terdapat footnote[26] dari Syarah yang telah dicantumkan oleh Shala>h Muh}ammad Muh}ammad ‘Away>dhih>>.





BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Al-Ima>m al-H{a>fid} Z{ai>n al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-Kurdi> al-Rāziyāni> al-‘Ira>qi> al-Mahrāniy al-Mishri> al-Sya>fi‘i> Syai>kh al-H{adi>s. Dilahirkan pada hari ke dua puluh satu dari bulan Juma>di> al-Awal  tahun 725 H/1325 M Dan wafat pada hari rabu tanggal 8 Sya’bān 806 H/1404 M dalam usia 81 tahun. Dia dishalatkan oleh Syihāb al-Dn al-Dzahabi> dan dikuburkan di luar kota Kairo Mesir.
Ilmu yang pertama kali ia geluti adalah ilmu qira>‘at, kemudian fikih dan ushul fikih yang ia pelajari dari al-Isnawi>. Masa menuntut Ilmu Zai>n al-Di>n (al-‘Ira>qi>) telah hafal al-Qur’an, kitab at-Tanbi>h} dan al-H{awi> ( kitab fiqh madzh}ab Syafi’i> karangan Imam al-Mawardi> ) ketika umur beliau 8 tahun.
Kitab Fath} al-Mugi>s\ karya al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l al-‘Ira>qi. Diterbitkan pertama kali di Beirut pada tahun 1413 H/1993 M oleh Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah. Kitab yang Penulis kaji ini terdiri dari 4 juz yang terhimpun dalam satu kitab dengan jumlah halaman 472, sedangkan corak kitab ini termasuk dalam lingkup Must}ala>h} al-H{adi>s\.
B.   Saran
Dari penelitian metodologi kitab Fath} al-Mugi>s\ di atas, makalah ini telah diselesaikan dengan berbagai hambatan yang penulis tempuh. Setelah selesainya makalah ini, tentu masih memiliki banyak kekurangan, baik dari segi penulisan maupun materi pembahasan yang penulis susun. Karenanya itu, penulis masih sangat memerlukan kritikan dan saran dari dosen pembimbing, maupun dari teman-teman.

DAFTAR PUSTAKA
al-‘Asqala>niy, Abu> al-Fad}al Ah{mad bin ‘Ali> bin H{ajar, Inba> al-Ghamr bi> Abna> al-Umr, Mesir: Lajnah ihya>’ al-Tura>s\ al-Isla>mi> 1969 M.
al-‘Ira>qi, al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m, Fath} al-Mugi>s\, Cet. I; Beirut: Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah, 1413 H/1993 M.
______, Abū al-Fadlal Zain al-Dn ‘Abd al-Rahm bin al-H{usain, al-Mustakhraj ‘alā al-Mustadrak, CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah.
______, Abū al-Fadlal Zain al-Dn ‘Abd al-Rahm bin al-Husain, Syarh al-Tabshirah wa al-Tadzkirah, CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah.
‘Umar Kuhālah, Mu‘jam al-Muallifn, Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāts al-‘Arabiy, t.th.
al-Adnarawiy, Ah}mad bin Muh}ammad, Thabaqāt al-Mufassirn, Cet. I; al-Madnah al-Munawwarah: Maktabah al-‘Ulūm wa al-Hikam, 1997 M.
Ahmad, Arifuddin, Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi, Jakarta: Insan Cemerlang, tth.
al-Asadi>, Abu> Bakr bin Ah}mad bin Muh}ammad bin ‘Umar, T}abaqa>t al-Sya>fi’iyyah, Cet. I; Beirut: ‘U<lum al-Kitab, 1407 H.
al-Bagda>di>, Abu> ‘A{bd al-Lah Muh}ammad bin Sa‘id al-Bas}ri>, at-Taba>qat al-Qabir>, Cet. I; al-Ta>if: Maktabah al-S{adi>q, 1414 H/1993 M.
az-Dzahabiy yang disusun oleh muridnya Abū al-Mahāsn al-Husaininy, Dzail Tadzkirah al-Huffāzh, Juz I Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāts al-‘Arabiy, t.th.
al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n, Beirut : Da>r al-Fikr , 1991.
Ibn ‘Usma>n ,Syamsu al-Di>n abu> al-Khai>r Muh}ammad bin ‘Abd al-Rah}man bin Muh}ammad bin Abi> Bakar, Ad-Dau>u al-A<mmih Liah}li al-Qaran al-Ta>sih, Beirut: Masyu>ra>t Da>r Maktabah al-H{aya>t, 1902 H.
al-Jamal, Sulaimān, Hāsyiyah al-Jamal ‘alā al-Manhaj li Syaikh al-Islam Zakariyyā al-Anshāriy, Beirut: Dār al-Fikr, t.th.
al-Kuwaitiyah, Wizārah al-Awqāf wa al-Syu’ūn al-Islāmiyah, al-Mausū‘ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, al-Kuwait: Wizarah al-Awqāf, 1404-1427 H.
M. Echols, John, dkk., An English-Indonesian Dictionary, kemudian diterbitkan di Indonesia dengan judul Kamus Inggris-Indonesia, Cet. XXV; Jakarta: PT Gramedia, 2003.
Madjid, Nurcholis, Sunnah Dan Peranannya Dalam Penetapan Hukun Islam: Sebuah Pembelaan Kaum Sunni, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1992.
al-Miz\z\i<, Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j Yu>suf, Tahz\i<b al-Kama>l, Cet. IV; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H.
al-Mutawaffi<, Syamsuddi<n Muh}ammad bin Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>, Cet. IX; Beiru>t: Muassasah Al-Risa>lah, 1993 M/1413 H.
al-S{an‘āniy, Muhammad bin Ismāl al-Amr al-Hasaniy, Tawd{h al-Afkār li Ma‘āni Tanqh al-Anzhār, al-Madnah al-Munawwarah: al-Maktabah al-Salafiyah, t.th.
al-S}afdi>, S}ala>h al-Di>n Khali>l bin Aybak bin ‘Abdillah, al-Wa>fi> bil Wafaya>t, Beirut: Da>r Ihya>’ al-Tira>s, t.th.|
Said bin Mani>, Abu> ‘Abdullah Muh}ammad, al-T{abaqa>t al-Kubra>, Cet. I Beirut: Da>r S{a>dir, 1968 M.
al-Suyu>t}i>, ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakr, Jala>l al-Di>n, T{abaqa>t al-H{ufa>dz, t.c; t.t: Da>r al-Kitab al-‘Alami>h.
al-Sya>fi‘i>, Syamsu al-Di>n Abu> al-Ha>sin Muh}ammad bin Ali> bin H{asan al-Damasyqi>, Taskirah al-H{ufa>zd, Cet. I; t.t: Da>r al-Kitab al-‘Alami>h, 1419 H/1998 M.
al-Syaukāniy, Muhammad bin ‘Ali, al-Badr al-T{āli‘ bi Mahāsin min Ba‘d al-Qarn al-Sābi‘ CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah.
Ya>sin Fah}l, Mah}r, Syarh}  al-Tabsh}irah} wa al-Tadzkirah}, Beirut: Libanon, Da>r al-Kutub al-‘Ilmi>yah.
al-Zarkaliy, Khair al-Dn, al-A‘lām Qāmūs Tarājum li Asyhur al-Rijāl wa al-Nisā’ min al-‘Arab wa al-Musta‘rabn wa al-Mustasyriqn, Beirut: Dār al-‘Ilm li al-Malāyn, 1980 M. 




[1]Arifuddin Ahmad, Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi (Jakarta: Insan Cemerlang, tth), h, 63.
[2]Nurcholis Madjid, Sunnah Dan Peranannya Dalam Penetapan Hukun Islam: Sebuah Pembelaan Kaum Sunni (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1992), h. 32
[3]Abu> ‘A{bd al-Lah Muh}ammad bin Sa‘id al-Bas}ri> al-Bagda>di>, at-Taba>qat al-Qabir>, Juz II (Cet. I; al-Ta>if: Maktabah al-S{adi>q, 1414 H/1993 M), h. 267. Lihat juga Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j Yu>suf al-Miz\z\i<, Tahz\i<b al-Kama>l, Juz I (Cet. IV; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H), h. 480.
[4]Abu> Bakr bin Ah}mad bin Muh}ammad bin ‘Umar al-Asadi>, T}abaqa>t al-Sya>fi’iyyah, Juz IV (Cet. I; Beirut: ‘U<lum al-Kitab, 1407 H), h. 29. Lihat juga Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n, (Beirut : Da>r al-Fikr , 1991 ), h. 6 , yang selanjutnya dikenal dengan Ima>m al Ghazali>
[5]Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j Yu>suf al-Miz\z\i<, Tahz\i<b al-Kama>l, Juz I (Cet. IV; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H), h. 71.
[6]al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath} al-Mugi>s\ (Cet. I; Beirut: Da>r al-Kitab al-A‘lami>yah, 1413 H/1993 M), h. 6.
[7]al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath} al-Mugi>s\, h. 7. Lihat juga Khair al-Dn al-Zarkaliy, al-A‘lām Qāmūs Tarājum li Asyhur al-Rijāl wa al-Nisā’ min al-‘Arab wa al-Musta‘rabn wa al-Mustasyriqn, Juz III (Bairut: Dār al-‘Ilm li al-Malāyn, 1980 M), h. 344.  Lihat juga: Sulaimān al-Jamal, Hāsyiyah al-Jamal ‘alā al-Manhaj li Syaikh al-Islam Zakariyyā al-Anshāriy, Juz III (Bairut: Dār al-Fikr, t.th.), h. 441. Lihat juga Ah}mad bin Muh}ammad al-Adnarawiy, Thabaqāt al-Mufassirn (Cet. I; al-Madnah al-Munawwarah: Maktabah al-‘Ulūm wa al-Hikam, 1997 M), h. 309.
[8]Al-Dzahabiy yang disusun oleh muridnya Abū al-Mahāsn al-Husaininy, Dzail Tadzkirah al-Huffāzh, Juz I (Bairut: Dār Ihyā’ al-Turāts al-‘Arabiy, t.th.), h. 220.  Lihat juga: Abū al-Fadlal Zain al-Dn ‘Abd al-Rahm bin al-Husain al-‘Irāqiy, Syarh al-Tabshirah wa al-Tadzkirah (CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah), h. 14; Muhammad bin Ismāl al-Amr al-Hasaniy al-S{an‘āniy, Tawd{h al-Afkār li Ma‘āni Tanqh al-Anzhār, Juz I (al-Madnah al-Munawwarah: al-Maktabah al-Salafiyah, t.th.), h. 14.
[9]Abū al-Fadlal Zain al-Dn ‘Abd al-Rahm bin al-H{usain al-‘Irāqi, al-Mustakhraj ‘alā al-Mustadrak (CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah), h. 24.
[10]Muhammad bin ‘Ali al-Syaukāniy, al-Badr al-T{āli‘ bi Mahāsin min Ba‘d al-Qarn al-Sābi‘ (CD ROM al-Maktabah al-Syāmilah), h. 66.
[11]Abu> al-Fad}al Ah{mad bin ‘Ali> bin H{ajar al-‘Asqala>niy, Inba> al-Ghamr bi> Abna> al-Umr, Juz V (Mesir: Lajnah ihya>’ al-Tura>s\ al-Isla>mi> 1969 M), h. 170.
[12]Abu> ‘Abdullah Muh}ammad bin Said bin Mani>, al-T{abaqa>t al-Kubra>, Juz I (Cet. I Beirut: Da>r S{a>dir, 1968 M), h. 267. Selanjutnya disebut bin Mani>, al-T{abaqa>t al-Kubra>.
[13]Syamsuddi<n Muh}ammad bin Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi< al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>, Juz XVI (Cet. IX; Beiru>t: Muassasah Al-Risa>lah, 1993 M/1413 H), h. 454. Selanjutnya disebut al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>,
[14]Syamsuddi<n Muh}ammad bin Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi< al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>, Juz XVI, h. 439. Selanjutnya disebut al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>.
[15]S}ala>h al-Di>n Khali>l bin Aybak bin ‘Abdillah al-S}afdi>, al-Wa>fi> bil Wafaya>t, Juz. VI (Beirut: Da>r Ihya>’ al-Tira>s, t.th.|), h. 219.
[16]‘Umar Kuhālah, Mu‘jam al-Muallifn, Juz V (Bairut: Dār Ihyā’ al-Turāts al-‘Arabiy, t.th.), h. 204.  Lihat juga: Wizārah al-Awqāf wa al-Syu’ūn al-Islāmiyah al-Kuwaitiyah, al-Mausū‘ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, Juz XXIV (al-Kuwait: Wizarah al-Awqāf, 1404-1427 H), h. 365. Lihat juga Abu> H{amid Muh}ammad bin Muh}ammad al Ghazali, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n, h. 21, yang selanjutnya dikenal dengan Ima>m al Ghazali>. Lihat juga al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath} al-Mugi>s\, h. 6-7.
[17]Syamsu al-Di>n abu> al-Khai>r Muh}ammad bin ‘Abd al-Rah}man bin Muh}ammad bin Abi> Bakar bin ‘Usma>n ,Ad-Dau>u al-A<mmih Liah}li al-Qaran al-Ta>sih,  Juz II (Beirut: Masyu>ra>t Da>r Maktabah al-H{aya>t, 1902 H), h. 68.
[18]Syamsu al-Di>n Abu> al-Ha>sin Muh}ammad bin Ali> bin H{asan al-Damasyqi> al-Sya>fi‘i>, Taskirah al-H{ufa>zd, Juz I (Cet. I; t.t: Da>r al-Kitab al-‘Alami>h, 1419 H/1998 M), h. 3.
[19]Jama>luddi<n Abu> al-H}ajja>j Yu>suf al-Miz\z\i<, Tahz\i<b al-Kama>l, Juz I (Cet. IV; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1985 M/1406 H), h. 81. Lihat juga ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakr, Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}i>, T{abaqa>t al-H{ufa>dz, Juz I (t.c; t.t: Da>r al-Kitab al-‘Alami>h), h. 245.
[20]Syamsuddi<n Muh}ammad bin Ah}mad bin ‘Us\ma>n al-Z\ahabi< al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>, Juz XXIII, h. 239. Selanjutnya disebut al-Mutawaffi<, Si<rah A‘la>m al-Nubula>,
[21]Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali, Ih}ya>’ ‘Ulu>m al Di>n, h. 22, yang selanjutnya dikenal dengan Ima>m al Ghazali>
[22]Abū al-Fadlal Zain al-Dn ‘Abd al-Rahm bin al-Husain al-‘Irāqiy, Syarh al-Tabshirah wa al-Tadzkirah, h. 15. 
[23]Mah}r Ya>sin Fah}l. Syarh}  al-Tabsh}irah} wa al-Tadzkirah}, Juz I (Beirut: Libanon, Da>r al-Kutub al-‘Ilmi>yah), h. 13-15
[24]al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath} al-Mugi>s\, h. 3-5.
[25]al-H{a>fid} Z|ai>nu al-Di>n Abu> Fad}l ‘Abd al-Rah}i>m bin al-H{usai>n bin ‘Abd al-Rah}man bin Abi> Bakar bin Ibra>h}i>m al-‘Ira>qi, Fath} al-Mugi>s\, h. 7.
[26]Footnote: catatan di bawah halaman buku/catatan kaki. Lihat, John M. Echols, dkk., An English-Indonesian Dictionary, kemudian diterbitkan di Indonesia dengan judul Kamus Inggris-Indonesia, (Cet. XXV; Jakarta: PT Gramedia, 2003), h. 252.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Translate

Pengikut

 
back to top